Article

Review 13 Tools Keamanan Siber: Dari OWASP ZAP hingga SearchSploit

Review 13 Tools Keamanan Siber: Dari OWASP ZAP hingga SearchSploit

Halo semuanya, selamat datang kembali di blog Qurrota! Dalam pengujian keamanan web, seperti saat melakukan audit postur keamanan pada situs-situs instansi pemerintahan, pemilihan tool yang tepat sangat menentukan efektivitas dan kedalaman hasil audit.

Berikut adalah ulasan mengenai 13 testing tools yang bisa digunakan dalam ekosistem keamanan siber:

  1. Web Application Scanners (DAST)

    Kategori ini berfokus pada pemindaian kerentanan saat aplikasi sedang berjalan.

    • OWASP ZAP: Dirancang untuk menemukan kerentanan aplikasi web selama proses pengembangan dan pemeliharaan rutin. Tool ini menggabungkan pemindaian pasif dan aktif dengan metode DAST. Keunggulannya adalah sepenuhnya gratis, open-source , dan sangat ideal digunakan pada lingkungan development maupun staging.

    • SmartScanner: Bertujuan menyediakan pemindaian keamanan otomatis yang cepat dengan tingkat false positive yang minimal. Tool ini memanfaatkan AI dan machine learning untuk analisis. Laporannya sangat ringkas dan mudah dipahami oleh manajemen non-teknis.

    • Wapiti: Merupakan pemindai black-box berbasis command-line yang berfokus pada kerentanan injeksi (seperti SQL, XSS, XXE) dan file inclusion. Penggunaannya sangat ringan dengan konsumsi sumber daya yang minimal.

    • Arachni: Memberikan pemindaian otomatis komprehensif dengan dukungan untuk pemindaian terdistribusi di beberapa mesin. Sayangnya, proyek ini terakhir kali aktif pada tahun 2022, sehingga efektivitasnya terhadap web modern perlu dipertimbangkan.

  2. Infrastructure & Server Scanners

    Tools ini berfokus pada pondasi jaringan tempat aplikasi di-host.

    • Nessus Essentials: Ditujukan untuk pemindaian kerentanan pada tingkat jaringan dan infrastruktur, seperti sistem operasi dan service yang terbuka. Tool ini diakui secara industri dan memiliki tingkat false positif yang sangat rendah untuk kerentanan sistem.

    • Nikto: Pemindai web server open-source yang bertugas menemukan file berbahaya dan kesalahan konfigurasi. Nikto melakukan pengetesan terhadap lebih dari 6700 program berbahaya , namun sangat mencolok dan mudah terdeteksi oleh sistem keamanan.

  3. CMS Specific Scanners

    Sangat berguna jika target menggunakan Content Management System.

    • CMSeeK: Dirancang khusus untuk mendeteksi CMS target dan melakukan pemindaian keamanan dasar terhadap konfigurasinya. Tool ini mampu mendeteksi lebih dari 100 jenis CMS secara otomatis.

    • WPScan: Menjadi standar industri untuk pengujian keamanan website WordPress. Tool ini dirancang untuk mendeteksi kerentanan pada core, plugin, theme, dan konfigurasi WordPress.

  4. Authentication & Brute-Force Testing

    • Hydra: Tool brute-force password parallel yang menguji kekuatan autentikasi dengan mencoba kombinasi username dan password. Mendukung lebih dari 50 protokol termasuk HTTP, FTP, dan SSH.

    • Ncrack: Dirancang khusus untuk menguji ketahanan kredensial terhadap berbagai service network. Tool ini memiliki arsitektur yang lebih efisien dan lebih cepat dari Hydra untuk beberapa protokol tertentu.

  5. Exploitation & Penetration Testing

    Kategori ini digunakan ketika kerentanan sudah ditemukan dan penguji (dengan izin resmi) mencoba mengeksploitasinya.

    • SQLmap: Mengotomasi proses deteksi dan eksploitasi kerentanan SQL injection hingga mengambil alih database server. Tool ini mendukung lebih dari 30 database management systems.

    • Metasploit: Merupakan platform penetrasi terintegrasi yang mencakup fase vulnerability development, eksploitasi, hingga post-exploitation. Dilengkapi dengan ratusan exploit terverifikasi , namun memiliki learning curve yang cukup curam bagi pemula.

    • SearchSploit: Tool command-line untuk mencari Exploit Database secara offline. Sangat berguna karena peneliti keamanan dapat menemukan exploit tanpa perlu koneksi internet.

Zoomed Image